Polimer Sintetik


Bahaya Plastik
Partikel-partikel yang terdapat dalam plastik akan mempengaruhi lingkungan dan kehidupan dalam banyak hal. Mengingat sifat plastik yang non-biodregadable (tidak dapat diuraikan oleh organisme pengurai di alam) membuat plastik berbahaya. Terutama bagi makhluk hidup aktif seperti manusia dan hewan. Karena plastik tidak dapat diuraikan secara sempurna, atau maksudnya walaupun plastik diuraikan oleh tanah masih akan menyisakan partikel-partikel kecil. Lalu hewan-hewan bisa memakan potongan plastik kecil yang belum berhasil terurai, dan hasilnya menyebabkan gangguan pencernaan karena sistem pencernaan tidak dapat mengolahnya secara sempurna. Hal tersebut akan berdampak kematian.
Bukan hanya pada makhluk hidup aktif saja, namun juga berdampak terhadap makhluk hidup pasif seperti tumbuhan. Pada tumbuhan dampaknya tidak secara langsung. Melalui limbahnya yang menumpuk di tanah plastik tersebut meracuni kesuburan tanah, sehingga berdampak pada tumbuhan yang hidup disekitar tanah yang tercemar.
Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung bisphenol-A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol mineral, dan botol bayi. Bisphenol-A adalah perusak Hormone pada kesehatan, seperti perubahan permanen pada organ kemaluan, penurunan kandungan hormon testosteron, terjadinya kanker payudara, dan bahkan membuat seseorang menjadi hyperactive (aktif yang melebihi batas).
Plastik digunakan sekitar 100 juta ton/tahun diseluruh dunia. Satu tes membuktikan bahwa 95% orang pernah memakai barang yang mengandung bisphenol-A, dengan alasan kepraktisannya. Namun dibalik kepraktisan penggunaan plastik tersebut, terdapat banyak bahaya yang mengiringi. Bahaya pertama, ketika plastik akan menjadi sampah yang sulit diuraikan oleh tanah. Limbah plastik dapat terurai setelah 1000 tahun. Itupun tidak semua partikel terurai, masih tersisa partikel-partikel kecil yang mengendap di tanah karena tidak dapat diurai.
Penggunaan plastik sebagai plastik keresek, yang sering digunakan untuk membungkus makanan berminyak (sejenis gorengan) dengan suhu yang panas dapat menyebabkan zat-zat adiktif dalam plastik mudah terurai dan bercampur dengan lemak yang panas tersebut, secara otomatis zat-zat berbahaya akan masuk kedalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi tadi.
Hal yang menambah bahaya pada plastik adalah zat-zat kimia berbahaya yang ditambahkan selama proses pembuatan plastik. Tentu saja zat-zat tersebut akan mengganggu sistem kerja tubuh atau bahkan menyebabkan kanker.
Dalam proses pembuatannya, plastik sudah membahayakan kesehatan makhluk hidup. Dengan melepaskan gas-gas beracun ke udara maka akan menyebabkan udara yang kita hirup menjadi berbahaya. Selain itu gas-gas tersebut dapat merusak atmosfer yang melindungi bumi.
Pengaruh Plastik Terhadap Global Warming
Setiap pembuatan plastik, perlu digunakan bahan bakar minyak (BBM) sehingga menghasilkan emisi gas rumah kaca perusak lapisan ozon. Emisi gas rumah kaca maksudnya adalah proses pengeluaran gas berupa asap-asapan yang dihasilkan oleh aktifitas seperti salah satunya dalam proses pembuatan plastik.
Kantong plastik termasuk kedalam golongan barang sekali pakai (single-use plastic shopping bags). Secara otomatis setelah plastik ini digunakan akan dibuang, dampaknya adalah penumpukan sampah-sampah plastik.
Jika penumpukan sampah sudah terjadi, dan sampah tersebut tidak dapat diuraikan menyebabkan sampah tercecer dimana-mana yang akhirnya berdampak terhadap lingkungan biotik. Sampah plastik akan menyumbat jalannya sirkulasi air ditanah sehingga menyebabkan banjir dan merusak kesuburan tanah disekitar sampah tersebut.
Apabila tanah sudah tercemar, pohon-pohon akan enggan hidup di daerah tanah yang tercemar tersebut. Dampaknya pengolah gas CO2 akan berkurang dan ozon-ozon akan terserang oleh peningkatan gas Karbondioksida sehingga pemanasan global semakin besar.
Penanggulangan
Plastik bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, asalkan kita mengetahui cara berinteraksi dengan benar dan lebih arif dalam penggunaan plastik, dengan begitu hidup kita akan lebih aman dan sehat.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan cara yang cukup mudah dilakukan bagi setiap masyarakat luas, yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya. Karena dengan dibuang sembarangan, bahan tersebut akan mencemari tanah dan akan berdampak pada apa yang akan kita konsumsi. Dengan begitu pula plastik tidak berceceran dan pemanasan global dapat dikurangi dengan kelestarian alam yang ada.
Selanjutnya, mulailah sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan plastik. Biasakan menolak pemberian plastik pada saat memberi barang yang sedikit atau masih bisa dibawa oleh tangan kosong, apabila dengan menggunakan tangan tidak mencukupi masukan kedalam tas yang telah disiapkan dari rumah. Kurangilah penggunaan plastik.
Dengan cara yang lebih mahal yaitu melaksanakan program berbelanja dengan membawa kantong sendiri dari rumah. Dengan begitu, satu rumah hanya membutuhkan beberapa kantong plastik saja untuk berbelanja dengan jangka waktu yang cukup lama, tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap penggunaan plastik. Dan perkembangannya akan berkurang.
Melanjutkan program diatas, dapat digunakan kantong yang bukan berbahan dasar plastik atau dengan bahan dasar plastik yang biodegradable, artinya plastik ini dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami. Plastik jenis ini terbuat dari pati kanji (maizena) dan tergolong sulit didapatkan karena harganya yang relatif mahal. Dengan begitu sampah plastik tidak akan menumpuk. Namun tentu saja cara ini akan lebih memerlukan uang banyak daripada cara-cara sebelumnya. Karena bahan yang digunakan untuk membuat plastik yang dapat didaur ulang ini cukup banyak seperti senyawa-senyawa yang terdapat dalam pati tanaman tapioka dan jagung. Walaupun begitu apabila masyarakat sudah terdidik dan benar-benar memperhatikan kesehatan mereka, hal ini tidak akan diperhitungkan dan produsen dapat mengikutinya.
Selalu membawa tas yang terbuat dari kain (bahan yang dapat didaur ulang) dari rumah untuk berbelanja. Sehingga dengan begitu akan mengurangi penggunaan plastik yang berlebih. Dan selain itu akan mengurangi produksi plastik.
Solusi selain dengan menggunakan barang berbahan dasar bukan plastik, dapat digunakan pula plastik yang memiliki kode-kode segitiga dibawahnya. Karena kode tersebut memiliki maksud dan arti tersendiri. Dibawah akan penulis jelaskan mengenai kode-kode plastik yang sangat penting untuk diterapkan.
   1)    Segitiga dengan nomor 1 ditengahnya
Polyethylene Terephthalate. Bahan ini adalah transparan, jernih, dan kuat. Bersifat mengambang di air, mudah dibentuk, apabila dibakar akan terjadi tetesan api dan berasap hitam yang berbau seperti lilin yang dibakar. Biasanya digunakan sebagai botol minuman seperti air mineral, soft drink, minuman-minuman olahraga, dan lain-lain. Tetapi tidak digunakan untuk air hangat atau bahkan air panas. 
Botol jenis ini hanya direkomendasikan untuk digunakan sekali saja. Karena jenis ini tidak tahan panas sehingga zat-zat berbahayanya mudah mengelupas. Buang botol yang berkode ini jika sudah lama dan timbul baret-baret disekitarnya.
    2)    Segitiga dengan nomor 2 ditengahnya
High Density Polyethylene. Digunakan untuk membuat berbagai macam tipe botol. Botol-botol yang tidak diberi pigmen tembus cahaya dan kaku ini cocok digunakan untuk mengemas produk yang memiliki umur pendek seperti susu. Karena bahan ini memiliki ketahanan kimiawi yang bagus. 
Namun walaupun memiliki ketahanan kimiawi yang bagus, jenis ini juga direkomendasikan untuk digunakan sekali saja. Dengan alasan yang sama seperti jenis pertama.
   3)   Segitiga dengan nomor 3 ditengahnya
Polyvinyl Chloride. Memiliki karakter fisik yang stabil dan tahan terhadap bahan kimia, pengaruh cuaca, aliran, dan sifat elektrik. Bahan jenis ini justru merupakan bahan yang paling sulit untuk didaur ulang. Sering digunakan pada bahan bangunan seperti pipa pralon dan kontruksi bangunan yang lain. 
Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, saat terbakar bau yang ditimbulkan adalah sangat menyengat dan menusuk (keasam-asaman), dan mudah dibentuk pada jenis yang lunak.
Selain pada pipa pralon dan bahan kontruksi bangunan lainnya, bahan ini juga terdapat pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol lain. Apabila salah satu kandungannya bocor dan tercampur ke makanan berminyak saat dipanaskan maka dapat menyebabkan bahaya ginjal, hati, dan gangguan berat badang.
   4)   Segitiga dengan nomor 4 ditengahnya
Low Density Polyethylene. Biasa digunakan untuk tempat makanan dan botol-botol makanan yang lembek seperti madu. Barang-barang dengan kode ini dapat didaur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi juga memerlukan jenis yang kuat. Plastik dengan bahan jenis ini tidak dapat dihancurkan namun dapat digunakan berkali-kali terutama untuk tempat makanan.
   5)   Segitiga dengan nomor 5 ditengahnya
Polypropylene. Bahan ini memiliki daya tahan baik terhadap bahan kimia, bersifat kuat, dan memiliki titik leleh yang tinggi. Sehingga cocok untuk produk yang behubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minuman, tempat obat, bahkan botol bayi. Biasanya jenis ini akan didaur ulang dan digunakan untuk casing handphone, baterai, sapu, sikat, dan lain lain.
Botol ini aman digunakan untuk berulang-ulang kali. Penulis sarankan untuk mencari kode ini ketika mencari produk berbahan dasar plastik terutama bagi produk untuk bayi.
   6)   Segitiga dengan nomor 6 ditengahnya
Polystyrene. Bahan ini digunakan untuk tempat makan styrofoam, tempat minuman sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dan lain lain. Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, asap tebal ketika dibakar, dan nyali api berwarna oranye kekuningan.
Bahan jenis ini sangat tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai tempat makanan yang langsung berinteraksi pada makanan, karena bahan ini bisa membocorkan bahan styrune ke dalam makanan saat makanan tersebut bersentuhan. Bahan styrine berbahaya untuk otak dan sistem saraf manusia. Jadi sebaiknya untuk dihindari.
   7)   Segitiga dengan nomor 7 ditengahnya
Other. Plastik yang menggunakan kode ini terbuat dari resin yang tidak termasuk dari enam golongan yang lainnya, atau terbuat lebih dari satu jenis resin dan digunakan dalam kombinasi multi-layer. Kode ini bisa ditemukan di botol minuman olahraga, makanan ringan. Kode ini biasanya polycarbonate, sedangkan polycarbonate bisa mengeluarkan bahan Bisphenol-A kedalam makanan dan minuman yang berdampak merusak sistem hormon. Sebaiknya untuk dihindari.
Saat ini masih banyak sekali produk plastik yang tidak menyantumkan kode-kode diatas, biasanya pada produk “bermerek” saja yang menyantumkan kode tersebut. Kalaupun merasa ragu ketika akan membeli produk tanpa label kode-kode kesehatan di atas, lebih baik tidak membeli daripada membahayakan kesehatan.
Masih terdapat beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi bahaya plastik. Salah satunya adalah menghindari produk apapun berbahan dasar plastik, terutama apabila berhubungan dengan benda yang panas/dipanaskan. Gunakanlah produk berbahan keramik, gelas atau kaca sebagai penggantinya. Dengan begitu juga akan mengurangi produksi plastik, dan membantu pelestarian bumi.
Selain diperlukan pengurangan penggunaan plastik juga harus diimbangi dengan dikuranginya produksi plastik, jika produksi plastik yang bersifat non-biodegradable masih banyak dilakukan, maka semakin lama akan semakin menumpuk sampah-sampah plastik di muka bumi ini. Dan lingkungan akan lebih tercemari. Karena pada dasarnya plastik tidak dapat benar-benar hancur. Jadi jika sudah diciptakan, tidak akan bisa dimusnahkan.
Category:
Reaksi: 

0 komentar:

Poskan Komentar